[REVIEW] SHAZAM: JUST SAY THE WORD!

By Deyacdp - 2:00 AM


Berbeda dengan film DC lainnya seperti Wonder Woman dan Aquaman, kamu nggak akan terpukau sama visual yang memanjakan mata. Film Shazam! Dikemas sekilas mirip Deadpool yang kid friendly. Dialog ceplas-ceplosnya tampil natural dan komedi dibandingkan dengan film DC kebanyakan. Shazam bukan karakter yang memiliki keunikan dalam hal kostum ataupun kekuatan, tetapi kepribadianlah yang memebedakannya berhasil ditampilkan oleh Zachary Levi. Didukung oleh Asher Angel yang sangat epic membantu pekerjaan yang baik sebagai Billy Batson. Ia mengangkat kisah dramatis yang emosional, sedangkan Levi mengangkat dari sisi komedinya.


Menceritakan seorang anak asuh berusia 14 tahun yang menjadi pahlawan super. Kisah asal usulnya mengikuti Billy Batson (Asher Angel) ketika dia bertemu dengan Wizard Shazam (Djimon Hounsou) yang memberikan bocah itu kekuatan untuk menjadi superhero Shazam (Zachary Levi). Dalam film itu, Billy harus berhadapan dengan Dr. Thaddeus Sivana (Mark Strong) yang jahat dan monster Seven Deadly Sins. Yang menjadi konsern di film superhero kali ini lebih memiliki porsi unsur keluarga yang agak banyak, sehingga itu membuat penontonnya menjadi terharu.


Suatu hari Billy ditampung oleh keluarga Vasquez. Sang ayah angkat, Victor Vasquez (Coopers Andrews) adalah sosok ayah yang sangat pengertian. Sementara sang ibu angkat, Rosa Vasquez (Marta Milans) selalu menyayangi anak-anak angkatnya. Di rumah Vasquez, Billy bertemu dengan Freddy (Jack Dylan Grazer), Mary (Grace Fulton), Eugene (Ian Chen), Pedro (Jovan Armand), dan Darla (Faithe Herman). Kelima anak yatim ini memiliki sifatnya sendiri dan mereka selalu mendukung Billy untuk tinggal di rumah keluarga Vasquez. Film ini pun tidak hanya fokus kepada bagaimana Billy Batson yang bisa mendapatkan kekuatannya saja sebagai Shazam! Tetapi juga menjelaskan bagaimana Sivana yang memiliki dendam dan akhirnya membuatnya menjadi musuh utama pada film ini.


Bukan seperti Batman yang meratapi kepedihannya, Superman yang binggung dengan setiap pengambil keputusannya, ataupun Aquaman yang harus membereskan tahta di relung Atlantis untuk menasbihkan dirinya sebagai penguasa laut. Lewat perannya, Shazzam berhasil menyampaikan pesannya sebagai superhero anti-mainstream. Dia bisa menunjukkan bahwa pahlawan sebenarnya adalah yang siap bertarung kapanpun demi kebaikan banyak orang, terlebih keluarganya. 


Shazam! Menjadi kata kunci Billy Batson untuk berubah menjadi seorang superhero dewasa yang menggunakan tanda petir besar di dadanya. Sebagai manusia yang mewarisi kekuatan para dewa melalui sihirnya, Shazam memiliki beberapa kemampuan yang “mirip” Superman. Dia kuat, kebal, berlari cepat, menembakkan listrik, dan yang terakhir, dia bisa terbang.


Jika kita perhatikan lebih dalam, Shazam! menjadi film pertama milik DC yang mengandung unsur komedi secara menyeluruh. Walaupun Aquaman juga dibuat dengan tone yang ringan, tapi kali ini DC benar-benar menampilan jokes di sepanjang cerita. Yang membedakan Shazam! dengan film superhero DC lainnya adalah, hadirnya unsur keluarga yang sangat kental di film ini. 


Karakter Billy ditampilkan sangat terobsesi mencari tahu keberadaan ibunya. Akan ada banyak momen yang membuat kita berpikir sejenak untuk merenungkan arti sebuah keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu ada momen pamungkas yang menjadikan Billy sadar akan keberadaan orang-orang yang selalu mendukung dan menyayanginya. Pokoknya film ini benar-benar penuh dengan pesan moral yang jarang sekali ditemukan pada fim superhero pada umumnya.



Source Image: IMDb
Source Video: YT Warner Bros Picture
Source Gif: Giphy

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar